Museum Ullen Sentalu, Dari Arsitektur Gothic Hingga Cinta Tak Direstui

Museum Ullen Sentalu

Sebuah museum unik dan menyendiri itu bernama ullen sentalu. Nama unik tersebut merupakan singkatan dari “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku”. Kalimat tersebut memiliki makna nyala lampu blencong , lampu yang kita pergunakan saat pertunjukan wayang kulit. Yang mana lampu blencong bisa menjadi petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Museum Ullen Sentalu berdiri di kaki bukit Turgo, Gunung Merapi, dan Bukit Plawangan.

Sejarah Keraton Solo dan Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu mengisahkan tentang peradaban Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi empat keraton, yaitu Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman. Oleh karena itu tempat ini memiliki banyak koleksi peninggalan zaman bangsawan kala itu, gamelan kuno, dan arca-arca khas Hindu Buddha.

Sembilan Ruang Pamer

Selanjutnya, Ullen Sentalu memiliki memiliki sembilan ruang pamer yang terletak di tiga unsur tempat. Yakni permukaan tanah, di dalam tanah, dan di atas air. Pertama Ruangan yang terbangun di atas permukaan tanah meliputi ruang seni tari dan gamelan. Berisi koleksi seperangkat alat musik gamelan hingga foto-foto keluarga kerajaan ketika sedang menari. Kemudian Ruang Sekar Buwana,  memamerkan kemegahan budaya Mataram dan Koridor Retja Landa yang merupakan outdoor berisi artefak dan arca. Selanjutnya ruangan di dalam tanah yang bernama asma Guwo Selo Giri. Karena dalam ruangan ini, banyak karya lukis dokumentasi para tokoh kerajaan terpajang.

Sedangkan ruang di atas air, mendapat sebutan Kampung Kambang. Selanjutnya Kampung Kambang terdiri dari lima ruangan yang berdiri di atas air. Kelima ruangan itu yaitu Ruang Tineke yang mana memamerkan syair-syair dari GRAy Koes Sapariyam atau Gusti Tineke, Ruang Ratu Mas Pakubuwono X, Ruang Batik Vorstenlanden Surakarta, Ruang Batik Vorstenlanden Yogyakarta, dan Ruang Putri Dambaan.

museum ullen sentalu

Sosok Di Balik Ullen Sentalu

Di balik berdirinya museum ullen sentalu ternyata ada sosok bangsawan. Keluarga Haryono merupakan penggagas museum ini. Keluarga Haryono merupakan keluarga pembatik asal Yogyakarta yang suka sekali mengoleksi warisan budaya nenek moyang dan sangat mencintai budaya Jawa. Selain sumbangan koleksi dari keluarga haryono, koleksi Museum Ullen ini berasal dari Yayasan Ulating Blencong, dan keluarga Kerajaan Mataram.

Baca Juga : Hutan Pinus Pengger

Bilik Syair Tineke

Ada salah satu ruangan yang wajib anda ketahui saat mengunjungi Museum Ullen ini, Bilik Syair Tineke. Tineke merupakan nama Belanda dari putri Pakubuwono XI, yang aslinya bernama Koes Sapariyam. Dalam Bilik Syair Tineke, banyak koleksi surat milik Tineke. Surat tersebut ditujukan kepada sahabat-sahabatnya, sebagai ungkapan kesedihan dan kerinduan akan kisah cintanya. Tineke mencintai sesosok lelaki, namun tidak mendapat restu dari Raja. Sang putri pun patah hati luar biasa. Surat-surat sang putri dengan para sahabatnya yang tertulis merupakan sajak-sajak yang indah, liris dan puitis.

Arsitektur Gothic Dan Menyatu Dengan Alam

Model Arsitektur Museum Ullen Sentalu sangatlah menawan. Kita sebut bisa menyatu dengan alam. Bangunan megah bernuansa gothic dengan banyak pilar yang terbuat dari batu alam yang menyiratkan kesendirian dalam ketenangan.

ullen sentalu

Ramuan Awet Muda

Jika berkunjung ke ullen sentalu ini, pengunjung akan mendapat pendampingan oleh pemandu dengan aturan-aturan yang berlaku. Pengunjung hanya boleh masuk di beberapa ruangan saja dan tidak boleh mengambil foto di sembarang tempat. Saat memutari ruangan-ruangan, pengunjung akan tersuguhi oleh wedang ramuan rempah “Ratu Mas” yang berasal dari permaisuri Pakubuwono X. Ramuan Ratu Mas menurut kepercayaan dapat membuat orang awet muda seperti paras permaisuri.

Lokasi Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Museum Ullen Sentalu

Selanjutnya Museum ullen sentalu berlokasi di Jl. Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersedia di map juga. Buka pada pukul 08.30-15.00 WIB. Untuk tiketnya di tarif Rp.40.000,- untuk lokal, dan Rp.100.000,- untuk mancanegara. Arkadewi Tour

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top