Candi Prambanan Jogja, sebuah masterpiece arsitektur Hindu klasik yang megah, adalah salah satu peninggalan bersejarah paling mengesankan di Indonesia. Terletak hanya beberapa kilometer dari pusat kota Yogyakarta, candi ini menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Inilah mengapa tak jarang orang yang liburan menggunakan Paket Wisata Jogja memasukkan Prambanan ke dalam list wisata mereka. Keunikan candi ini tidak hanya terletak pada arsitektur yang luar biasa, tetapi juga dalam berbagai aspek sejarah, mitologi, dan keindahan alam yang mengelilinginya.
Keunikan Candi Prambanan
Terletak hanya sekitar 17 kilometer dari pusat kota Jogja, candi ini memiliki berbagai keunikan. Simak berikut ini:
Berada di Perbatasan Jogja – Jateng
Candi Prambanan terletak di Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Dibandingkan dengan Candi Borobudur yang berada di Magelang, Candi Prambanan ini jauh lebih dekat dari pusat kota Yogyakarta. Lebih tepatnya, lokasinya persis di perbatasan antara Yogyakarta dan Klaten (Jawa Tengah).
Oleh sebab itu, Candi Prambanan sering menjadi pilihan utama bagi para wisatawan yang ingin merasakan pesona sejarah dan arsitektur Hindu. Ketika Anda berada di kompleks candi ini, Anda akan merasakan aura magis yang dipancarkan oleh struktur-struktur monumentalnya.
Candi Hindu yang Megah dan Besar
Candi Prambanan memang tak hanya terkenal dengan arsitektur megahnya, tetapi juga ukuran dan luasnya yang mengesankan. Dengan luas mencapai hampir 40 hektar, kompleks Candi Prambanan terbagi menjadi 3 plataran dengan taman-taman yang hijau dan asri.
Keberadaan tiga plataran ini menciptakan nuansa magis dan membuat pengunjung merasa seolah-olah berada di dalam sebuah kompleks istana kerajaan kuno. Dengan luasnya ini, Candi Prambanan menjadi salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
Candi yang Dibangun Pada Masa Kerajaan Medang
Candi Prambanan memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan Kerajaan Medang. Diperkirakan, candi ini dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 Masehi. Prasasti Siwagrha yang berasal dari tahun 778 Saka menunjukkan bahwa Candi Prambanan Jogja didirikan oleh Raja Balitung Maha Sambu. Prasasti ini ditulis selama pemerintahan Rakai Pikatan dan memberikan petunjuk penting tentang sejarah candi tersebut.
Candi yang Jadi Tempat Persembahan Dewa Siwa
Candi Prambanan memiliki 3 candi utama yang dipersembahkan kepada Trimurti, yakni dewa utama dalam agama Hindu. Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu mendapatkan tempat persembahan yang megah di kompleks ini. Berbeda dengan candi Buddha yang cenderung melebar, candi-candi Hindu seperti Candi Prambanan memiliki arsitektur yang menjulang tinggi di ujungnya. Ini mencerminkan keagungan agama Hindu.

Lekat dengan Cerita Roro Jonggrang
Candi Prambanan juga memiliki cerita legenda yang melekat padanya. Konon, candi ini dibangun karena tindakan Pangeran Bandung Bondowoso, akibat dari kisah cinta bertepuk sebelah tangannya terhadap Putri Roro Jonggrang.
Kisah cinta yang tragis ini mengakibatkan Putri Roro Jonggrang dikutuk oleh Pangeran Bandung Bondowoso untuk menjadi bagian dari Candi Prambanan. Sehingga genaplah 1.000 candi sesuai permintaan Roro Jonggrang, yang menurut legenda, dibangun dalam semalam.
Relief Menggambarkan Makna Keseimbangan
Relief yang ada di Candi Prambanan juga mencerminkan makna keseimbangan dalam keyakinan Hindu. Dewa Siwa, sebagai dewa utama, dianggap dapat menciptakan keseimbangan dalam jagat raya. Oleh karena itu, sosok manusia dan hewan dalam relief mayoritas digambarkan berpasangan, menggambarkan pentingnya keharmonisan dalam kehidupan. Ini adalah sebuah nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Mataram Kuno pada masa itu.
Candi Prambanan juga menjadi tempat penting untuk berbagai acara dan pertunjukan seni yang meriah. Hal ini menggambarkan hubungan erat antara seni, agama, dan sejarah yang kaya di kompleks candi ini. Semua ini membuat Candi Prambanan menjadi peninggalan bersejarah yang berharga sekaligus tujuan wisata yang menginspirasi dengan arsitektur megah.
Candi Prambanan Pernah Diterjang Gempa Pada 2008
Pada tahun 2008, gempa tektonik berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang Yogyakarta dan menyebabkan kerusakan cukup parah pada Candi Prambanan Jogja. Meskipun jumlah aslinya mencapai 240 candi, beberapa faktor menyebabkan sebagian besar masih berupa tumpukan batu dan belum dipugar sepenuhnya.
Dekat dengan Candi Buddha
Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan juga menyimpan keunikan lainnya, yaitu keberadaan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha. Candi Sewu hanya berjarak sekitar 800 meter ke arah utara dari Candi Prambanan. Ini menggambarkan nilai toleransi antar umat beragama yang tinggi pada masa Mataram Kuno.

Museum Candi Prambanan Bisa Dikunjungi dengan Gratis
Selama kunjungan ke Taman Wisata Candi Prambanan, Anda juga dapat mengunjungi Museum Candi Prambanan secara gratis setelah membeli tiket masuk. Museum ini menampilkan berbagai benda bersejarah. Contohnya seperti prasasti, arca, artefak, dan fosil yang memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya candi ini. Museum Candi Prambanan juga memiliki ruang pameran outdoor yang menampilkan berbagai arca.
Candi Ditemukan di Zaman Kolonial Belanda
Candi Prambanan memiliki sejarah penemuan yang menarik. Pada tahun 1733, selama masa pemerintahan kolonial Belanda, candi ini pertama kali ditemukan. Namun, pada saat itu, belum ada upaya serius untuk menggali dan merestorasi candi ini. Barulah setelah Indonesia merdeka, usaha pemugaran yang lebih serius dimulai.
Pemugaran Candi Prambanan selesai pada tahun 1953 dan upacara peresmiannya dilakukan oleh Presiden Soekarno. Proses pemugaran ini membantu memulihkan keagungan candi ini dan memastikan bahwa warisan bersejarah ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Menjadi Situs Warisan Dunia
Pada tahun 1991, Candi Prambanan mendapatkan pengakuan yang sangat bergengsi. UNESCO, organisasi PBB yang berfokus pada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya, mengakui keindahan dan sejarah panjang Candi Prambanan. UNSECO menjadikannya sebagai Situs Warisan Dunia.
Pengakuan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan merawat candi ini sebagai bagian dari warisan budaya dunia yang berharga. Hal ini juga meningkatkan daya tarik Candi Prambanan Jogja sebagai salah satu tempat wisata paling ikonik di Indonesia dan dunia.
Arsitektur yang Megah
Candi Prambanan juga dikenal karena arsitektur megahnya yang mengagumkan. Kompleks candi ini terdiri dari sejumlah candi yang indah dengan arsitektur klasik Hindu yang mencakup relief dan patung yang mengesankan. Salah satu ciri khas arsitektur candi Hindu adalah kemegahan tinggi candi utamanya yang menjulang ke atas.
Tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Siwa, Brahma, dan Wisnu, adalah contoh masterpiece arsitektur Hindu klasik. Mereka menghadirkan detail-detail yang rumit dan artistik, seperti relief yang menggambarkan cerita epik seperti Ramayana dan Mahabharata.Sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi PrambananJogja mengajak untuk menjelajahi masa lalu yang kaya dan budaya yang memukau. Keunikan candi ini, baik dalam hal arsitektur yang megah, mitologi yang mendalam, atau sejarah panjangnya, memberikan pelajaran berharga. Terutama tentang peradaban Hindu di Indonesia. Melalui usaha pemugaran dan pelestarian yang gigih, Candi Prambanan akan terus menjadi saksi bisu kemegahan masa lalu yang mempesona. Anda bisa juga wisata sejarah di Museum Ullen Sentalu jika tidak ingin berpanas panasan mengelilingi Candi Prambanan.




