Arkadewi Tour and Travel – Jawa Tengah, Indonesia, dikenal luas sebagai kawasan yang kaya akan warisan budaya dan sejarahnya yang megah. Salah satu peninggalan sejarah yang mungkin belum banyak dikenal adalah Candi Ngawen. Walau terletak di Magelang, Jawa Tengah, ada juga yang menyebutnya sebagai Wisata Candi Ngawen Jogja. Ini karena biasanya pengunjung yang berwisata ke Jogja sekaligus berkunjung ke sini. Biasanya sudah include ke Paket Wisata Jogja yang mereka pesan.
Sejarah Candi Ngawen
Candi Ngawen dibangun pada abad ke-8 oleh wangsa Sailendra, penguasa Kerajaan Mataram Kuno. Menurut prasasti Karang Tengah tahun 824 M, candi ini awalnya bernama Venuvana, yang berarti “hutan bambu”. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa candi ini merupakan tempat penyimpanan abu jenazah raja Samaratungga dari wangsa Sailendra.
Candi Ngawen terdiri dari lima buah candi, yaitu Candi I, Candi II, Candi III, Candi IV, dan Candi V. Ya, Candi I adalah candi utama yang memiliki bentuk stupa. Candi II dan Candi III memiliki bentuk mandala, sedangkan Candi IV dan Candi V memiliki bentuk stupa.
- Candi I adalah candi utama yang memiliki bentuk stupa. Candi ini melambangkan Buddha Vairocana, yang mewakili arah tengah dan pusat mandala.
- Candi II memiliki bentuk mandala. Candi ini melambangkan Buddha Aksobhya, yang mewakili arah timur dan arah tengah mandala.
- Candi III memiliki bentuk mandala. Candi ini melambangkan Buddha Ratnasambhava, yang mewakili arah selatan dan arah tengah mandala.
- Candi IV memiliki bentuk stupa. Candi ini melambangkan Buddha Amitabha, yang mewakili arah barat dan arah tengah mandala.
- Candi V memiliki bentuk stupa. Candi ini melambangkan Buddha Amoghasiddhi, yang mewakili arah utara dan arah tengah mandala.
Candi Ngawen memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah dan ajaran Buddha. Relief-relief ini diukir dengan halus dan indah. Oleh sebab itu, Wisata Candi Ngawen merupakan salah satu candi Buddha yang penting di Indonesia. Candi ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan religius yang tinggi.

Penemuan dan Pemugaran
Pada tahun 1907-1911, pemerintah Belanda melakukan pemugaran besar-besaran terhadap Candi Borobudur. Pemugaran ini dipimpin oleh Theodoor Van Erp, seorang arsitek berkebangsaan Belanda.
Selama pemugaran, masyarakat di sekitar Candi Borobudur menemukan bebatuan yang tertimbun tanah. Mereka pun melaporkannya kepada pihak pemugar candi. Para pemugar pun melakukan penelitian di sekitar wilayah ditemukannya bebatuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bebatuan tersebut merupakan bagian dari sebuah candi.
Candi ini diberi nama Candi Ngawen, sesuai dengan nama dusun tempat ditemukannya. Candi ini terdiri dari lima candi yang berderet dari utara ke selatan. Penemuan Candi Ngawen merupakan sebuah penemuan yang tak terduga. Candi ini merupakan bukti kekayaan budaya Indonesia yang masih tersimpan hingga saat ini.
Candi Ngawen telah mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1925-1927, dan pemugaran kedua dilakukan pada tahun 2011-2012. Pemugaran pertama hanya mencakup Candi I dan II, sedangkan pemugaran kedua mencakup Candi IV. Candi III dan V belum dipugar, tetapi rencananya akan dipugar di masa mendatang.
Candi Ngawen memiliki ciri khas berupa stupa dan teras berundak yang merupakan simbol-simbol Candi Buddha. Namun, jika ditelisik lebih dalam, ada unsur Hindu yang menaunginya.
Salah satu unsur Hindu yang menonjol di Candi Ngawen adalah arah hadapnya. Kebanyakan Candi Buddha menghadap ke arah Barat, sedangkan Candi Ngawen menghadap ke arah Timur yang merupakan ciri Candi Hindu.Selain itu, Candi Ngawen juga memiliki relief yang menggambarkan tokoh-tokoh Hindu, seperti dewa Wisnu dan dewa Brahma. Dengan demikian, bisa dibilang, Wisata Candi Ngawen merupakan akulturasi dua agama, yaitu Buddha dan Hindu.

Daya Tarik Wisata Candi Ngawen
Candi Ngawen memiliki berbagai daya tarik utama, di antaranya adalah sebagai berikut:
Empat Arca Singa yang Unik
Candi Ngawen memiliki empat arca singa yang menopang candi. Arca singa ini memiliki beberapa keunikan, yakni:
Posisi Berdiri dengan Dua Kaki
Salah satu aspek yang paling menonjol dari empat arca singa di Candi Ngawen adalah posisinya yang unik. Arca singa ini tidak seperti arca singa pada umumnya yang duduk atau memiliki semua kakinya di atas tanah.
Sebaliknya, arca-arca ini berdiri dengan dua kaki, menciptakan tampilan yang sangat berbeda. Posisi ini membingkai candi dengan cara yang unik dan mencolok, membedakan Candi Ngawen dari candi-candi lain di Indonesia.
Kemiripan dengan Arca Singa di India
Keunikan arca singa ini tidak terbatas pada Indonesia. Mereka juga memiliki kemiripan dengan arca singa yang ditemukan di India, khususnya di kawasan Mathura. Ini menunjukkan kemungkinan adanya pengaruh budaya atau seni antara India dan Jawa pada masa lalu.
Fungsi yang Beragam
Meskipun belum ada konsensus tentang fungsi pasti arca singa ini, beberapa teori telah diajukan. Salah satunya adalah bahwa arca singa ini mungkin digunakan sebagai tempat aliran air, seperti hiasan air mancur atau saluran pembuangan. Selain itu, arca singa juga bisa berfungsi sebagai simbol kekuatan dan perlindungan. Ini adalah arti secara umum simbol singa dalam berbagai kebudayaan di seluruh dunia.
Arsitektur Unik
Bentuk Candi Ngawen yang unik adalah berbentuk stupa dengan puncak yang runcing. Bentuk ini mirip dengan candi Hindu, tetapi ada beberapa ciri khas yang menunjukkan bahwa Wisata Candi Ngawen adalah candi Buddha. Ciri khas tersebut antara lain:
Teras Berundak
Candi Buddha biasanya memiliki teras berundak. Contohnya seperti Candi Borobudur. Sedangkan candi Hindu tidak selalu memiliki teras berundak.
Arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa
Candi Ngawen memiliki arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa. Arca ini merupakan simbol Buddha dalam agama Buddha Vajrayana. Arca ini tidak ditemukan di candi Hindu.
Relief dengan Tokoh-Tokoh Buddha
Candi Ngawen memiliki relief yang menggambarkan tokoh-tokoh Buddha, seperti Buddha Sakyamuni dan Bodhisattva. Relief ini tidak ditemukan di candi Hindu.
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, dapat disimpulkan bahwa Candi Ngawen adalah candi Buddha. Walau demikian, bentuknya yang mirip dengan candi Hindu membuat candi ini disimpulkan sebagai akulturasi dua pengaruh, Buddha dan Hindu.
Belajar Sejarah dan Budaya di Candi Ngawen
Candi Ngawen bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga merupakan tempat belajar sejarah dan budaya. Anak-anak sekolah dasar sering berkunjung ke sini secara rombongan untuk mempelajari budaya dan sejarah candi.
Anda juga bisa belajar sejarah dan budaya Candi Ngawen dengan mengetahui bagaimana awal mula penemuan candi dan proses restorasi. Candi ini ditemukan pada tahun 1920 oleh seorang arkeolog Belanda bernama Van Erp. Proses restorasi candi ini dimulai pada tahun 1925 dan selesai pada tahun 1927.
Selain itu, relief pada candi juga menggambarkan agama dan kehidupan masyarakat dulu. Salah satu relief yang terlihat jelas adalah Kinara-Kinari, sebuah mahluk kayangan dengan wujud setengah manusia dan burung.
Relief Kinara-Kinari
Kinara-Kinari merupakan makhluk suci dalam mitologi Hindu dan Buddha. Mahluk ini sering digambarkan sebagai simbol cinta dan kasih sayang. Relief Kinara-Kinari di Candi Ngawen menggambarkan dua makhluk ini sedang berhadapan dan saling tersenyum.Relief di Wisata Candi Ngawen ini memiliki makna yang mendalam. Menurut kepercayaan Hindu dan Buddha, Kinara-Kinari melambangkan cinta dan kasih sayang yang abadi. Relief ini juga melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru
Pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk untuk menikmati keindahan candi ini alias gratis. Namun, pengunjung harus membayar biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Candi Ngawen buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Nah, Candi ini terletak di kawasan yang asri, yaitu di antara sawah dan perbukitan.Kesimpulannya, Candi Ngawen terdiri dari lima candi yang berderet dari utara ke selatan. Candi ini memiliki bentuk yang unik, yaitu berbentuk stupa dengan puncak yang runcing. Bentuk ini mirip dengan candi Hindu, tetapi ada beberapa ciri khas yang menunjukkan bahwa Wisata Candi Ngawen adalah candi Buddha. Jika mendatangi wilayah ini, jangan lupa mampir ke Candi Umbul karena letaknya masih dekat.



