Candi Selogriyo adalah sebuah peninggalan purbakala yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang menarik di Magelang. Lokasinya berada di ketinggian dan diapit oleh perbukitan memukau, sehingga cocok untuk healing.
Sejarah Candi Selogriyo
Di balik keindahan alam Gunung Merbabu, tersimpan sebuah warisan budaya yang tak kalah memesona, yaitu Candi Selogriyo. Candi ini terletak di Desa Selogriyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Nah, Candi ini diduga dibangun pada abad ke-9 Masehi, pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Candi Selogriyo memiliki sejarah yang panjang dan berliku. Candi ini ditemukan pada tahun 1835 oleh Hartman, Presiden Magelang pada masa penjajahan Kolonial Belanda. Pada tahun 1913, Belanda mendirikan sebuah lembaga yang disebut Oudheidkundige Diensr, yang dalam bahasa Indonesia berarti Lembaga Kepurbakalaan. Lembaga ini bertujuan untuk melestarikan candi-candi di Indonesia.
Pada tahun 1955, Candi Selogriyo dipugar pertama kali. Namun, pada tahun 1998, terjadi longsor yang merusak sebagian besar bangunan candi. Setelah itu, pada tahun 2000 dilakukan rekonstruksi ulang candi yang memakan waktu hingga tahun 2019.Pada tahun 2019, Candi Selogriyo dibuka kembali untuk umum. Candi ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Kabupaten Magelang serta Jogja. Ya, bagi penyedia paket wisata seperti Arkadewi Tour alias kami. Tak hanya Wisata Pantai Jogja saja yang bisa dimasukkan ke dalam list. Wisata candi juga bisa.

Daya Tarik Wisata Candi Selogriyo
Candi Selogriyo merupakan salah satu candi Hindu yang masih terawat dengan baik. Candi ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Magelang. Berikut beberapa daya tarik wisata Candi Selogriyo:
Koleksi Arca
Candi Selogriyo memiliki berbagai arca peninggalan bersejarah yang memperkaya pengalaman para pengunjungnya. Kehadiran arca-arca ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang mengunjungi tempat ini.
Candi Selogriyo memiliki lima relung yang di dalamnya terdapat arca-arca. Arca-arca tersebut memiliki makna yang mendalam dalam agama Hindu. Berikut penjelasannya:
- Ruang utara berisi arca Durga Mahisasuramardini, yang merupakan simbol kemenangan kebaikan melawan kejahatan.
- Ruang barat berisi arca Ganesha, yang merupakan simbol kemakmuran dan kebijaksanaan.
- Ruang selatan berisi arca Agastya, yang merupakan simbol pelindung alam dan kesuburan.
- Ruang timur berisi arca Nandiswara dan Mahakala, yang merupakan simbol penjaga pintu gerbang candi.
Keindahan Candi Selogriyo
Candi Selogriyo terletak di puncak bukit dengan ketinggian 740 meter di atas permukaan laut. Candi ini dikelilingi oleh hutan pinus yang lebat. Suasananya yang asri dan sejuk membuat Candi Selogriyo menjadi tempat yang ideal untuk melepas penat.
Candi Selogriyo memiliki arsitektur yang indah. Candi ini dibangun dengan menggunakan batu andesit yang ditata dengan rapi. Relief-relief yang terdapat di candi ini juga sangat detail dan indah.
Kekhasan Bangunan Bersejarah
Kehadiran candi ini begitu menarik berkat karakter historisnya yang kuat. Candi ini telah bertahan sejak zaman dahulu kala, meskipun mengalami beberapa perbaikan kecil akibat bencana longsor yang pernah terjadi.
Anda dapat menikmati kemegahan bangunan candi ini dan sekaligus berkesempatan untuk berfoto di sana. Sebab, bangunannya sangat cocok sebagai latar belakang foto dan obyek foto yang menawan.
Candi Selogriyo merupakan candi Hindu yang terdiri dari dua buah candi, yaitu candi utama dan candi perwara. Bentuk candi utama yakni persegi panjang dengan ukuran 12,5 meter x 10 meter.
Candi ini memiliki tiga tingkatan, yaitu kaki, tubuh, dan atap. Pada tingkatan kaki terdapat relung-relung yang diisi dengan arca-arca dewa Hindu. Nah tingkatan tubuh terdapat relief cerita Ramayana. Pada tingkatan atap terdapat stupa-stupa kecil.
Struktur Unik Candi
Keunikan lain dari Candi Selogriyo terletak pada strukturnya yang sangat istimewa. Dibandingkan dengan candi-candi lainnya, ukuran candi ini paling kecil. Candi ini berbentuk palang dengan dimensi sekitar 5,2 meter x 5,2 meter dan tinggi sekitar 4,9 meter. Candi ini juga berbeda dari kebanyakan candi lainnya karena tidak memiliki candi pendamping atau candi pewara.
Di dalam candi ini, terdapat sebuah bilik kecil yang kosong. Menurut cerita yang beredar di kalangan masyarakat, bilik kosong ini dahulu merupakan tempat Yoni atau Lingga, yang melambangkan Dewa Siwa.
Sumber Air Berkhasiat
Salah satu daya tarik yang paling terkenal dari candi ini adalah keberadaan mata air. Mata air ini, konon dapat mempertahankan kecantikan dan pemuda bagi para pengunjungnya. Pengunjung hanya perlu mencuci wajah mereka menggunakan air tersebut.
Masyarakat setempat juga meyakini bahwa penggunaannya antara tanggal 1 hingga 10 Muharam memiliki manfaat yang lebih efektif. Selain itu, setiap malam Selasa dan Jum’at Kliwon, sering terdengar irama gamelan yang menambah pesona tempat ini.
Pemandangan Alam yang Memukau
Daya tarik lain dari candi ini adalah keindahan panorama alam di sekitarnya, terutama kehijauan terasering yang memberikan ketenangan mata. Keindahan ini berkat lokasi candi yang terletak di kaki Gunung Sumbing, menghadap ke Bukit Condong dan Bukit Giyanti.
Candi Selogriyo terletak di puncak bukit setinggi 740 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh hutan pinus yang hijau. Suasana asri dan sejuk menjadikan tempat ini cocok untuk relaksasi dan melepaskan penat.
Pemandangan alam di sekitar candi ini sangat indah, dengan hijaunya hutan pinus yang membentang sejauh mata memandang. Ketinggian tempat ini juga memberikan perspektif yang menakjubkan, sehingga pengunjung dapat menikmati panorama yang memukau dari atas bukit.
Hal ini membuat Candi Selogriyo menjadi tempat yang sangat diminati oleh para wisatawan. Terutama mereka yang mencari keindahan alam dan ketenangan dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Berburu Foto Instagramable
Ketika Anda mengunjungi Candi ini, jangan lupakan kesempatan untuk berburu foto-foto yang mengagumkan. Keindahan bangunan candi, ornamen bersejarahnya, dan panorama alam di sekitarnya menawarkan latar yang sempurna untuk berfoto. Anda dapat yakin bahwa hasil foto Anda akan luar biasa ketika Anda berada di sini.
Belum lagi, candi ini juga berada di tengah-tengah taman yang eksotis. Anda bisa berfoto di taman ini dengan latar candi dan perbukitan di belakangnya.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
Bagi para pengunjung, pintu masuk ke Candi Selogriyo masih sangat terjangkau. Adapun biaya tiket masuk yang hanya sebesar Rp. 5.000 per orang. Jika Anda membawa kendaraan, biaya parkir untuk motor adalah Rp. 2.000 dan Rp. 5.000 untuk mobil.
Candi ini juga memiliki jam operasional yang cukup luas, buka setiap hari mulai dari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB. Dengan begitu, layanan jam buka ini memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk mengunjungi tempat ini sesuai dengan jadwal Anda.Candi Selogriyo adalah sebuah destinasi yang penuh pesona dan sejarah, yang menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Jika Anda mencari tempat untuk merasakan kedamaian dan mengejar keindahan alam, Candi Selogriyo adalah pilihan yang tepat. Perjalanan ke Candi Selogriyo akan memberikan Anda pengalaman yang tak terlupakan di tengah pesona alam dan sejarah yang memikat.



